Submitted by meilia on
Pangkalpinang – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan serta Staf Bidang Sekolah Menengah Atas, menerima secara langsung kunjungan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur beserta jajaran. Kunjungan yang berlangsung di Ruang Literasi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (4/3/2026), membahas Optimalisasi Sistem Pembelajaran Berbasis Teknologi sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.
Dalam pertemuan tersebut, Saipul Bakhri menyampaikan bahwa sistem pembelajaran berbasis teknologi saat ini menjadi topik yang berkembang pesat secara global. Transformasi pendidikan ke arah digital merupakan keniscayaan, namun pemanfaatannya harus dilakukan secara tepat dan bijak.
“Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya soal ketersediaan perangkat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta pemahaman cara penggunaannya.
Teknologi harus benar-benar diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi yang tidak bijak berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap penumbuhan karakter peserta didik.
Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan pengawasan dalam pemanfaatan perangkat teknologi menjadi bagian penting dalam implementasinya di sekolah.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah-sekolah telah mendapatkan dukungan berupa smartboard dan berbagai perangkat digital lainnya. Hal ini selaras dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI, yang menekankan penguatan sektor pendidikan, termasuk transformasi pembelajaran berbasis digital.
Lebih lanjut, Saipul menjelaskan bahwa saat ini kurikulum di sekolah juga mulai memasukkan pembelajaran kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).
Perkembangan ini menjadi perhatian khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai respons terhadap dinamika global dan kebutuhan masa depan.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman, namun tetap diselaraskan dengan kondisi dan kemampuan daerah.
Pelatihan guru menjadi kunci utama. Guru harus dibekali kompetensi digital yang memadai, karena tuntutan pembelajaran kini sudah berbasis teknologi, termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah berbasis komputer,” jelasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, diharapkan optimalisasi sistem pembelajaran berbasis teknologi dapat berjalan efektif, sehingga peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat terwujud secara berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan demi menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era digital.
